Sedu Senja
Sedu Senja Aku dan waktu ini terkutuk Terkutuk bersama seribu dosa kemarin Bahkan lagit menutup diri Memasangkan awan pekat di muka Kenapa ?! Aku ingin seperti mereka ! Damai dalam menutup mata Detik berlalu tawa Itu tiada ! Di kursi ini aku duduk bersama segelas air neraka Memandang senja semakin menua, Pun nadi bernada hampa, tiada terasa. Dengan perasaan masih menghamba, Tiada ingin merasa, TIDAK !! Namun beratnya nafas ini memaksaku meneguknya. Dan terseret lupa akhirnya Pemilik kalbu, Hamba sersulut janji damai tanpa Mu Dan kini tiada bahkan rindu Hanya sedu, berangankan semua berlalu. M. Febrian Hadi Lenek Pesiraman 19 Agustus 2019