Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sedu Senja

Sedu Senja Aku dan waktu ini terkutuk Terkutuk bersama seribu dosa kemarin Bahkan lagit menutup diri Memasangkan awan pekat di muka Kenapa ?! Aku ingin seperti mereka ! Damai dalam menutup mata Detik berlalu tawa Itu tiada ! Di kursi ini aku duduk bersama segelas air neraka Memandang senja semakin menua, Pun nadi bernada hampa, tiada terasa. Dengan perasaan masih menghamba, Tiada ingin merasa, TIDAK !! Namun beratnya nafas ini   memaksaku meneguknya. Dan terseret lupa akhirnya Pemilik kalbu, Hamba sersulut janji damai tanpa Mu Dan kini tiada bahkan rindu Hanya sedu, berangankan semua berlalu. M. Febrian Hadi Lenek Pesiraman 19 Agustus 2019

Makian Mawar Hitam

Makian Mawar Hitam (Untukmu yang Gelisah pada damaiku)   Mata itu semakin memandangku dalam Sebisa ku, bahkan pengamat psikolog tak mampu Sesaat itu angin kecil memaksaku acuh Bahkan tertawa Lalu diam. Biadab ! Kau telan setiap peneduh raga ku Dengan dingin kau bakar gubukku Tersenyum tanpa dosa Pikirmu saja Biadab ! Potong saja tangan ku atau semuanya Bawa dan makan ! Bahkan tikus dan anjing hanya akan melengo Mungkin segera menangis Tiada akan rasa ingin pula denganmu Diam ! Kau bertingkah seolah membawa segelas air, Sesaat setelah dengan tenang kau tempatkan aku di padang tandus ini Aku tau ! Itu tuba ! Bahkan binatang menolak menelan saat kenyang Kamu tidak ! Busuk ! Rakus ! Mata itu, hanya terbalik Bukan itu, nyatanya kau dustakan. Biadab ! M. Febrian Hadi Senin, 19 Agustus 2019